Saturday, April 1, 2017

Etika Profesi

   Etika
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, 

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapatdibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
           Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :
     1. Etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
     2. Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :
     1. Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia    bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
     2.  Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

    Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :
      1. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
    2.  Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

           Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat   dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan.
Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandangan dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.

           Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :
1.  Sikap terhadap sesama
2.  Etika keluarga
3.  Etika profesi
4.  Etika politik
5.  Etika lingkungan
6.  Etika idiologi

   Profesi
Harus kita ingat dan fahami betul bahwa “Pekerjaan / Profesi” dan “Profesional” terdapat beberapa perbedaan : 
1. Profesi :
a. Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
b. Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
c. Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
d. Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.
2. Profesional :
a. Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
b. Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
c. Hidup dari situ.
d. Bangga akan pekerjaannya.
  
Ciri- Ciri Profesi
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu:
      1.      Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
      2.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
      3.      Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
      4.      Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
      5.      Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

           Dengan melihat ciri-ciri umum profesi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas ratarata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat. Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan suatu standar profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang semakin baik.

Profesi selalu dikaitkan dengan gagasan 'layanan'. Dengan demikian, profesi telah digambarkan sebagai sekelompok orang terorganisir untuk melayani tubuh khusus pengetahuan dalam kepentingan masyarakat.

   Kode Etik Profesi

Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sangsi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum. Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

Prinsip- Prinsip Etika Profesi :
1.   Tanggung jawab
a.  Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
     b.  Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
      2.   Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
      3.   Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.

Tujuan Kode Etik Profesi :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri. 

Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
          1.   Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
          2.   Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.

          3.   Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang.


    1. KODE ETIK IKATAN AHLI MANAJEMEN PROYEK INDONESIA  (IAMPI)
       KODE ETIK IAMPI :
            Setiap Anggota IAMPI, wajib selalu bersikap, bertingkah laku dan bertindak berdasarkan etika umum seorang Ahli Profesional, yaitu:
    1. Penuh perhatian terhadap sesama(Caring for Others)
    2. Jujur terhadap diri sendiri dan lingkungannya (Honesty),
    3. Bertanggungjawab atas semua pikiran, ucapan dan tindakan yang dilakukannya (Accountability),
    4. Menepati janji (Promise Keeping),
    5. Bekerja dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang baik dan sempurna (Pursuit of Excellence),
    6. Bersikap setia dan taat asas (Loyalty)
    7. Bersikap adil (Fairness),
    8. Mempunyai integritas dan komitmen terhadap tugas dan tanggung jawabnya (Integrity and Commitment),
    9. Dapat menghargai dan menerima pendapat orang lain (Respect for Others)
  10. Bersikap, bertingkah laku dan bertindak sebagai warga Negara yang baik dengan penuh tanggung jawab (Responsible Citizenship) atas semua akibat yang mungkin terjadi.

    2. KODE ETIK IKATAN NASIONAL TENAGA AHLI KONSULTAN INDONESIA (INTANKINDO)
       KODE ETIK INTANKINDO : 
              Konsultan adalah profesi yang penting dan terus berkembang. Sebagai anggota profesi ini, konsultan diharapkan untuk selalu menunjukkan standar tertinggi kejujuran dan integritasnya. Konsultan (khususnya konsultan enjiniring) mempunyai impak yang langsung dengan kualitas hidup umat manusia. Dengan demikian, layanan yang diberikan oleh konsultan memerlukan kejujuran. Imparsialitas, keadilan, dan kesamaan, dan harus didedikasikan terhadap perlindungan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan publik. Konsultan harus berunjuk kerja dalam standar tatalaku profesional yang memerlukan prinsip-prinsip disiplin tertinggi dalam tatalaku yang beretika.

   Kode Etik Hukum yang Fundamental
           Dalam memenuhi tugas-tugas profesionalnya, Konsultan akan :
       1.      Memegang teguh kepentingan akan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan publik.
       2.      Melaksanakan layanan hanya dalam bidang yang dikuasainya.
       3.      Mengeluarkan pernyataan umum hanya dengan cara obyektif dan benar.
       4.      Bertindak untuk setiap pemberi kerja atau klien sebagai agen yang setia dan terpercaya.
       5.      Menghindarkan diri dari tindakan-tindakan yang menipu.
       6.      Memperlakukan dirinya secara terhormat, bertanggung jawab, beretika dan mematuhi hukum untuk memperbaiki kehormatan, reputasi, dan manfaat profesinya sebagai Konsultan.

    3.KODE ETIK ASOSIASI AHLI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI - INDONESIA (A2K4 - INDONESIA)


     KODE ETIK A2K4 INDONESIA :


     1. Setiap Anggota A2K4-Indonesia Wajib menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan Kode Etik Profesi A2K4-Indonesia.
     2. Setiap Anggota A2K4-Indonesia dalam melaksanakan tugas profesinya, harus berpedoman menurut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku dengan sebaik-baiknya, Loyal dan bertanggung jawab terhadap hasil pelaksanaan tugasnya.
     3. Setiap Anggota A2K4-Indonesia dalam melaksanakan profesinya, tidak menjanjikan dan tidak terpengaruh terhadap janji-janji ataupun hasil yang akan dan telah diberikan oleh pihak-pihak yang hendak melemahkan keutuhan kesatuan/solidaritas organisasi A2K4-Indonesia atau, bahkan mengarah kepada ketidak kondusifnya situasi organisasi untuk mengambil keuntungan demi kepentingan pribadi.
     4. Setiap Anggota A2K4-Indonesia yang mengetahui dan mendapati keadaan seperti pada pasal 3 diatas, Wajib melaporkan/menyampaikan kejadian dimana saja berada kepada pengurus Pusat/Wilayah/Cabang untuk diambil tindakan yang sesuai dengan ketentuan organisasi yang berlaku.
     5. Setiap Anggota A2K4-Indonesia harus senantiasa berhati-hati dalam menyebarluaskan dan menerapkan setiap penemuan teknik dan teknologi baru dibidang K3 yang belum diuji kebenarannya.
     6. Setiap Anggota A2K4-Indonesia hanya diperbolehkan memberi keterangan atau saran yang dapat dilaksanakan dan dapat dibuktikan kebenarannya.
     7. Setiap Anggota A2K4-Indonesia harus mengutamakan kepentingan keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dan orang lain ditempat kegiatan kerja dimana yang bersangkutan berada dan bekerja.
     8. Setiap Anggota A2K4-Indonesia wajib menjaga kerahasiaan jabatan dan rahasia data organisasi yang menyangkut, pengembangan usaha, detail bakuan kompetensi, modul dan lain sebagainya yang menjadi milik Anggota A2K4-Indonesia, kecuali yang telah dipublikasikan dan/atau menjadi milik publik.
     9. Setiap Anggota A2K4-Indonesia wajib memegang, menjaga kerahasiaan jabatan dan kerahasian hasil pemeriksaan/investigasi sebagai Ahli K3 Konstruksi dalam menjalankan tugasnya, terkecuali atas permintaan dan ijin perusahaan yang menjadi obyek pemeriksaannya.
     10. Setiap Anggota A2K4-Indonesia berkewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada pihak lain yang dianggap perlu dalam hal pemeriksaan dan pengujian teknik demi kepentingan K3 secara nasional.
     11. Setiap Anggota A2K4-Indonesia wajib saling menghormati dan menghargai sesama Anggota A2K4-Indonesia dan anggota profesi K3 lainnya.
     12. Setiap Anggota A2K4-Indonesia harus selalu mengikuti perkembangan hukum ketenagakerjaan, ilmu pengetahuan meliputi sosiologi dan teknologi K3 yang terkait dengan profesinya.
     13. Setiap Anggota A2K4-Indonesia harus mampu bersikap profesional dan mandiri pada setiap keadaan dalam menjalankan tugas sebagai Ahli K3 Konstruksi.

   4. KODE ETIK  PERSATUAN INSINYUR INDONESIA (PII)
       KODE ETIK PII :

       Prinsip – Prinsip Dasar
    1. Mengutamakan keluhuran budi.
    2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
    3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
    4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.
        Tuntutan Sikap
    1. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat.
    2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya.
    3. Insinyur Indinesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan.
    4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.
    5. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing- masing.
    6. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas dan martabat profesi.
    7. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.


   5. KODE ETIK HIMPUNAN PENGEMBANGAN JALAN INDONESIA  (HPJI)
       KODE ETIK HPJI :
     Sebagai standar moral bagi setiap anggota yang tergabung dalam organisasi profesi HPJI, disusunlah PRINSIP DASAR tentang norma dan nilai luhur yang disepakati bersama untuk menjadi pegangan, dihayati, dan harus selalu dijunjung tinggi dalam melaksanakan kegiatan profesi sebagaimana 

     berikut ini :

I.            Prinsip Dasar.
1.            Menjunjung tinggi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.            Menggunakan pengetahuan dan kemampuan untuk kesejahteraan umat manusia secara berkelanjutan.
3.            Bekerja secara profesional untuk kepentingan masyarakat, bangsa, negara dan organisasi.
4.            Meningkatkan pengetahuan dan kompetensi serta menjunjung tinggi martabat profesinya.
         Selanjutnya Prinsip Dasar di atas dijabarkan lebih lanjut dalam KODE ETIK berikut ini.
II.            Kode Etik HPJI.
1.            Anggota HPJI wajib bertindak konsekuen, jujur dan adil dalam menjalankan profesinya.
2.            Anggota HPJI wajib menghormati profesi lain dan tidak boleh merugikan nama baik serta profesi orang lain.
3.            Anggota HPJI wajib memperhatikan dengan sungguh-sungguh dan tidak merugikan kepentingan umum khususnya yang menyangkut lingkungan.
4.            Anggota HPJI setia dan taat pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
5.            Anggota HPJI harus bersedia memberi bimbingan dan pelatihan untuk peningkatan profesionalisme sesama anggota.
6.            Anggota HPJI wajib memenuhi baku kinerja dan tanggung jawab profesi dengan integritas tinggi dan tidak akan menerima pekerjaan di luar bidang keahlian teknisnya.
7.            Anggota HPJI wajib menjunjung tinggi martabat profesi, bersikap terhormat, dapat dipercaya, dan bertanggung jawab secara profesional berazaskan kaidah keilmuan, kepatutan dan kejujuran intelektual.
8.            Anggota HPJI dengan menggunakan pengetahuan & keahlian yang dimilikinya wajib menyampaikan pendapat dan pernyataan dengan jujur berdasarkan bukti dan tanpa membedakan.
III.            Kaidah Umum Tata Laku.
           Pedoman umum ini merupakan penjabaran Kode Etik yang dapat dipakai sebagai panduan secara umum untuk menghadapi situasi dan kondisi beragam yang timbul disuatu saat dalam menjalankan tugas profesi.

          Setiap anggota organisasi profesi harus tunduk dan menjunjung tinggi kode etik organisasi. Kode etik HPJI harus menjiwai setiap langkah para anggota HPJI dalam mengemban tugas-tugas keprofesionalannya. Tindak keprofesionalannya bercirikan antara lain :

1.            Kejujuran (honesty)
2.            Keadilan (fairness)
3.            Satunya pikiran, ucapan dan tindakan (integrity)
4.            Dapat dipertanggungjawabkan (accountability)
5.            Kebertanggung-jawaban (responsibility)
6.            Kesetiaan kepada bangsa dan negara (loyalty)
7.            Tepat janji (committed)
8.            Menghormati orang lain (respect to other)
9.            Mengutamakan kepentingan masyarakat (community)
10.            Menjanjikan karya terbaik (pursuit of excellence)
11.            Mendukung perkembangan ilmu pengetahuan
12.            Mengupayakan dan menjaga pelestarian lingkungan.

           Pedoman umum ini memuat kaidah-kaidah dalam hubungan-hubungan pelaksanaan tugas anggota HPJI dengan masyarakat, rekan seprofesi dan profesi lain yang terkait serta hubungan dengan pemberi tugas.
   
   3.1. Hubungan Dengan Masyarakat

13.            Anggota HPJI dalam melaksanakan tugas profesinya wajib melindungi kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan pihak-pihak lain.
14.            Anggota HPJI memperhatikan dengan sungguh-sungguh aspirasi masyarakat.
15.            Anggota HPJI harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi maupun golongan.
16.            Anggota HPJI dalam menjalankan tugas dan kewajibannya harus menjaga/mempertahankan kemandirian berfikir dan kebebasan bersikap.
17.            Anggota HPJI harus bertekad untuk menghasilkan karya terbaiknya yang mampu disajikan.
18.            Anggota HPJI wajib mempertanggungjawabkan karyanya secara moral kepada masyarakat dan diri pribadinya.
19.            Anggota HPJI wajib memanfaatkan sumber daya secara optimal dengan sehemat mungkin menggunakan sumber daya alam.
20.            Anggota HPJI wajib mendahulukan tanggung jawab dan kewajiban daripada hak dan kepentingan diri sendiri.
21.            Anggota HPJI dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya wajib mengenal dan memperhatikan adat istiadat serta aspek-aspek sosial masyarakat di daerah wilayah kerjanya.
22.            Anggota HPJI wajib menghormati dan melindungi warisan budaya bangsa.
23.            Anggota HPJI wajib menjunjung tinggi dan menjaga kehormatan, keahlian dan nama baik pribadinya dan organisasi.
24.            Anggota HPJI wajib menjunjung tinggi hak azasi masyarakat, lingkungan kerjanya dan bawahan.
   3.2. Hubungan dengan Rekan.

25.            Anggota HPJI wajib menghormati undang-undang hak cipta (Intellectual Property Right).
26.            Anggota HPJI wajib memberi kesempatan dan atau bimbingan untuk pengembangan ilmu pengetahuan rekan-rekan dan bawahannya.
27.            Anggota HPJI wajib mengikuti kemajuan, perkembangan ilmu pengetahuan dan keterampilan di bidang profesinya.
28.            Anggota HPJI tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) hasil karya orang lain sebagai hasil karyanya.
29.            Anggota HPJI tidak akan melakukan persaingan yang tidak sehat dan tidak wajar dengan rekannya.
30.            Anggota HPJI tidak akan turut dalam suatu pekerjaan atau usaha dengan rekan-rekan yang tidak mengindahkan kode etik.
31.            Anggota HPJI wajib menyampaikan pengaduan terjadinya pelanggaran kode etik kepada Pengurus (DPP/DPD) ataupun Majelis Kehormatan HPJI.
32.            Anggota HPJI dapat melanjutkan pekerjaan sesama rekan setelah ada penyelesaian hubungan kerja antara pemberi tugas dengan anggota HPJI yang bersangkutan.
   3.3. Hubungan dengan Pemberi Tugas

33.            Anggota HPJI wajib mencurahkan segala perhatian, kemampuan, pengetahuan, kepandaian dan pengalaman yang ada padanya untuk penyelesaian tugas.
34.            Anggota HPJI wajib bersifat jujur tentang keahlian dan kemampuannya dan tidak akan menerima tugas pekerjaan di luar keahlian dan kemampuannya.
35.            Anggota HPJI wajib memenuhi janjinya dalam menyelesaikan tugas yang dipercayakan dan menjadi tanggung jawabnya.
36.            Anggota HPJI wajib menolak suatu penugasan yang dapat menimbulkan pertentangan kepentingan dengan pemberi tugas, masyarakat dan lingkungan.
37.            Anggota HPJI wajib menyampaikan laporan secara jujur dan obyektif berkaitan dengan tugasnya kepada pemberi tugas.
38.            Anggota HPJI tidak boleh menerima imbalan atau honorarium di luar ketentuan atau perjanjian kontraktuil yang berlaku.
39.            Anggota HPJI dalam proses pelaksanaan tugasnya harus mengacu pada prinsip pemilihan solusi konstruksi yang paling efektif dan efisien setelah melalui penelaahan berbagai alternatif yang mungkin.

Saturday, January 21, 2017

Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan


          Masyarakat Perkotaan adalah individu-individu yang tinggal disuatu tempat yang telah berkembang dan terpengaruh oleh globalisasi. Sedangkan masyarakat pedesaan adalah individu-individu yang tinggal disuatu daerah yang masih kurang terbuka dengan dunia luar dan masih berpegang teguh dengan adat istiadat setempat.
          
         Setelah kita mengetahui arti atau penjelasan dari masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan, sudah pasti diantaranya memiliki perbedaan. Perbedaan inilah yang akan kita bahas kali ini, terutama tentang ciri-ciri masyarakat itu sendiri dan perkembangannya.

A. Ciri-ciri masyarakat perkotaan adalah sebagai berikut :

  1. Kehidupan agamanya berkurang sebab biasanya hanya duniawi saja yang di kejar nya tanpa memikirkan kelak akhirat nanti
  2. Banyak warga kota yang individualisme tanpa harus memperdulikan orang lain
  3. Warga kota pada umumnya mendapatkan pekerjaan lebih banyak dan lebih baik
  4.  Perubahan-perubahan akan terlihat nyata di kota sebab sangat berpengaruh dari budaya luar
  5.  Lebih sering terkena dampak globalisasi.
  6.  orang kota pada umumnya akan dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain
  7. di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
  8.  Pola pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
  9. interaksi-interaksi yang terjadi lebih berdasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
Untuk cara beradaptasi masyarakat perkotaan, mereka lebih banyak ragam cara untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan atau pengaruh budaya yang masuk ke lingkungannya seperti gaya berpakaian, gaya berbicara, dan sebagainya.
Sedangkan untuk perkembangan masyarakat perkotaan ini dikategorikan dalam perkembangan yang sangat pesat dalam mengikuti era globalisasi seperti pengetahuan umum, teknologi, dan sebagainya. Tetapi dalam perkembangan lingkungan masyarakat perkotaan ini punya sebuah kekurangan yaitu semakin berkembangnya setiap individu, kepentingan sendiri juga semakin besar dan kurang memerhatikan kepentingan orang lain.

B. Ciri-ciri masyarakat pedesaan berikut ini adalah sebagai berikut :


  1. Kehidupan masyarakat pedesaan masih memegang tinggi nilai keluhuran keagamaan dan juga kebudayaan
  2. Warga pedesaan sering sekali bergotong-royong ketimbang dengan individualisme
  3. Masyarakat pedesaan masih berkutat dengan hal-hal yang lama dan juga cenderung susah untuk dapat menerima hal baru
  4. Fasilitas-fasilitas masih jarang terdapat di pedesaan
  5. Akses pedesaan yang terpencil susah untuk ditempuh
  6. Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
  7. Mempunyai sifat kekeluargaan yang erat
  8. berbicara apa adanya
  9. Tertutup dalam hal keuangan
  10. Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
  11. Menghargai orang lain
  12. Demokratis dan juga religius
Untuk cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan juga gotong royong antara sesama, dan juga sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan. Sedangkan untuk perkembangan masyarakat pedesaan ini digolongkan masih kurang sekali karena tertutupnya lingkungan mereka untuk menerima pengaruh dari lingkungan luarnya dan masih berpegang kuat pada agama serta kebiasaan atau adat daerah setempat. Oleh karena itu, pengetahuan dan teknologi yang ada dalam lingkungan masyarakat pedesaan sangatlah kurang dibandingkan masyarakat perkotaan.
Sekian pembahasan mengenai masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan dari saya, semoga dapat membantu dan menambah wawasan para pembaca. Mohon maaf atas segala kekurangan dan salah-salah kata yang terdapat dalam tulisan ini karena kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.
Terimakasih,

Friday, December 16, 2016

Laporan Hasil Wawancara Proyek Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu)

PROYEK JALAN TOL BECAKAYU (BEKASI-CAWANG-KAMPUNG MELAYU)


Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi nikmat sehat dan rahmat-Nya sehingga kami dapat menlakukan wawancara untuk memenuhi tugas Ilmu Sosial Dasar (ISD) dengan sebaik-baiknya.

Tujuan kegiatan ini untuk menambah wawasan dan pengalaman serta menjadikan bekal untuk masa depan kelak yang akan kami terapkan nantinya.

Untuk kali ini, saya akan membagikan informasi mengenai proyek Tol Becakayu sesuai data yang saya dapatkan melalui wawancara bersama salah satu pekerja proyek tersebut yang bernama Bapak Yanto berusia 50 tahun. Saya melakukan wawancara ini bersama Muhammad Hind Al Hakim sebagai kelompok. Sayangnya, satu teman kami bernama Mutia Qoonitah berhalangan hadir karena sedang pulang kampung.

Kami melakukan wawancara tepat pada hari Kamis, 15 Desember 2016 pukul 12.30 di dekat Rumah Sakit Harum, Jakarta Timur. Kami bertanya banyak kepada Bapak Yanto mengenai proyek Tol Becakayu ini, beliau menjawab semua dengan baik dan jelas. Berikut data yang saya dapat dan saya rangkum setelah mewawancari beliau.

Nama dari proyek ini adalah Jalan Tol Becakayu dimana bertujuan untuk menambah akses jalan tol dari daerah Bekasi sampai Kampung melayu. Proyek ini dimulai pada awal Januari 2015 yang lalu setelah sekian lama terhenti dan ditargetkan pada tahun 2017 akan selesai sebagian dari bekasi sampai cawang. Berbicara tentang proyek ini akan selesai pada tahun 2017, intensitas pekerja disini tidaklah santai "Para pekerja mulai bekerja jam 8 pagi sampai 12 siang lalu istirahat sampai jam 1 siang, kemudian mulai lagi sampai jam 6 malam. Jika ada pekerja yang lembur dari jam 7 malam bisa lanjut hingga larut malam." tutur Pak Yanto. Kemudian beliau juga berkata, untuk hambatan dalam membangun proyek ini mungkin bisa dibilang hanya pada saat hujan, karena jalan dan semua fasilitas membangun akan menjadi licin dan membahayakan keselamatan para pekerja. Diberbagai proyek pasti ada berbagai perusahaan yang turut berpartisipasi dan salah satunya PT. WASKITA untuk proyek ini. Lalu perkiraan total biaya proyek ini hampir 10 Trilliun Rupiah.

Demikian data yang saya dapat dari hasil wawancara bersama Bapak Yanto sebagai Pekerja pada proyek tersebut. Berikut adalah Foto Dokumentasi Wawancara kami :


Foto kami bersama Bapak Yanto


Tempat Singgah sementara untuk para pekerja








Alat dan Bahan

Kesimpulan yang saya dapat adalah proyek Tol Becakayu ini sudah dimulai sejak puluhan tahun yang lalu, tetapi karena ada halangan proyek ini berhenti sejenak dan baru dilanjutkan kembali pada tahun 2015 awal dan ditargetkan selesai pada tahun 2017 untuk sebagiannya. 

Mari kita doakan agar proyek ini berjalan dengan lancar dan terkendali hingga pada saatnya proyek ini tuntas diselesaikan. Sekian hasil laporan kami tentang proyek Tol Becakayu, semoga bermanfaat bagi pembaca. Akhir kata saya ucapkan maaf untuk segala kekurangannya, karena saya hanyalah manusia yang tak luput dari kesalahan dan kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa.

Terimakasih.